Senin, 14 Agustus 2017

Lika-liku kehidupan

Di balik fakta muncul opini
Langkah kaki yang menguliti debu-debu jalanan
Membawa seutas kenangan dalam persaingan
Lika-liku kehidupan yang bergejolak
 Layaknya melodi yang berputar di atas meja
Tempat bersaing yang bergetar
Melahap keinginan yang sederhana
Hanya berselimut benang seutas tali
 Tertidur di atas bantal kasar
Di atas gardus panjang yang tipis
Persaingan membuatnya jera
"Harus apa daku, jika dunia bergejolak?"
 "Menindas kami di bawah kolom mewah ini,
tak memberikan uluran harmoni yang tulus
hanya caci dan maki semata
Kami melihat sayup-sayup"
 Tuan-tuan berjalan angkuh
Hendaklah berbalik dan memberi
Wajah-wajahnya sungguh menggeram
Hanya mementingkan kesibukan semata
 Para gadis dan tuan berjubah hitam
Berkuku dan berbibir hitam
Mengeluarkan kata dan simbol
Mereka berilmu hitam
 Seorang anak berlagak konyol
Melewati jalan tanpa melihat jejak
Menendang secuil sampah tak berdosa
Dosa berada dalam genggamannya sendiri
 Lika-liku kehidupan yang tak karuan
Membawa derita dalam keadaan
Memberi keabadian dalam kesenjangan
Menghalangi nafas menghirup kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lika-liku kehidupan

Di balik fakta muncul opini Langkah kaki yang menguliti debu-debu jalanan Membawa seutas kenangan dalam persaingan Lika-liku kehidupan ya...