Rabu, 05 Juli 2017

Jika Aku Berada Di Antara Titik Khayalan

Jika aku mencoba berada di antara titik-titik khayalan, akan kubentangkan pandangan ini hingga ke sudut jejak-jejak waktumu. Akan kualirkan pendengaran ini hingga menerobos ke retakan jari-jarimu. Akan kuulurkan lengan ini hingga menggapai lapisan-lapisan nadimu. Di sini akan aku coba untuk menerawang di atas angkasamu, menghitung deretan lampu-lampu kejayaanmu. Mengikuti alunan akselerasi tempomu. Memberikan afirmasi terhadap fenomenamu. Kemudian kutambahkan beberapa adendum pada setiap lembaran episodemu. Kutahu, semua episode mempunyai defisit-defisit tertentu. Perlu kutanamkan dedikasi pada tanahmu, untuk menutup segala defisit itu. Kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi. Kerusakan pada saraf-sarafmu yang menimbulkan friksi. Para rombongan menerobos untuk melakukan genosida. Akan aku mulai untuk mengkritik semua fenomena-fenomena dalam setiap periodemu. Aku melihat, dan mengkritik " mengapa dalam keadaan krusial, angkatan-angkatan itu masih saja duduk  terpaku di kursi-kursi mereka? Mengapa semakin hari semakin banyak kausalitas di atas telapak tanganmu? Mengapa kontradiksi semakin melambung naik ke atas angkasamu? Mengapa konspirasi masih saja bergumam ke sana sini?  Lalu bagaimana strategimu untuk mengambil moderat dari semua kritikan itu?" Aku tahu ini kisah fenomena yang menciutkan laskar  kegentingan,  mungkin saja tindakanmu akan datang pada tempo-tempo yang lebih bergelombang lagi, yang berada jauh di depan mata. Serpihan-serpihan jejakmu akan semakin bertambah dalam barisannya, menyimpan beberapa adegan bagimu pada episode mendatang. Sekarang,  kau tak perlu memaparkan jawaban tentang semua kritikan itu. Karena aku akan berdiri di antara titik khayalan dan kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lika-liku kehidupan

Di balik fakta muncul opini Langkah kaki yang menguliti debu-debu jalanan Membawa seutas kenangan dalam persaingan Lika-liku kehidupan ya...